Label

Jumat, 18 Maret 2016

4 tahun lalu

PKB di Aryaduta Manado

hari ini Jumat 18 Maret 2016 saya ingin membagikan pengalaman peserta PKB saat mendapat email dari teman yang meminta saya menjadi Fasilitator PKB pada kegiatan IN-2 di Hotel Aryaduta Manado mulai tanggal 3 sd 4 Maret 2016. Sesampai di Aryaduta saya dan Pak Agus dari P4TK TK PLB Bandung menjadi Fasilitator di kelas D (Kota Tomohon). Meski kegiatan molor dari waktu yang ditentukan tetapi sebagian besar peserta (Kepala Sekolah SMP) merespon bahwa kegiatan PKB ini sangat membantu dan memudahkan mereka dalam menjalankan tugas sehari-harinya. Peserta juga menginginkan supaya kegiatan seperti ini lebih digiatkan lagi dan mengharapkan agar pelaksanaan dilalukan di Bandung.

Rabu, 16 Maret 2016

Tips menjawab soal SBMPTN

Tips menjawab soal SBMPTN utk tipe pilihan 1.2.3.4
×jika pernyataan 1 benar dan 2 salah jawabn pasti B
×jika pernyataan 1 salah dan 2 benar jawaban pasti C
×jika pernyataan 1 benar,2 benar lgsg ke pernyataan 4,jika pernyataan 4 benar pasti jwbnnya E
×jika 1 benar,2benar,lgsng ke pernyataan 3, jika salah jwbn A
×terakhir jika 1 salah, 2 salah pasti jawaban D.

Senin, 14 Maret 2016

Burju mi Inang

Las roakku umbege alusmu disi hutelpon ho dang siparadongan ho inang alai sihahurangan do tung pe songoni tong do rade roham lao manjakkon nasida.. maradu so lao ho tu ulaon ni borum dohot helam sai saur matua ma ho inang... jala ganjang umurmu ... asa adong sipaniroi dihami pinompar mon..

Kamis, 10 Maret 2016

BPU PPDB

https://drive.google.com/file/d/0ByCijv4pdvZRRGtSQUtSLUVZU28/view?usp=docslist_api

BPU keuangan

https://drive.google.com/file/d/0ByCijv4pdvZRZEdTUFVRVGt5dDg/view?usp=docslist_api

BPU Kurikulum

https://drive.google.com/file/d/0ByCijv4pdvZRSDFpdmdMNXFqdjQ/view?usp=docslist_api

Selasa, 08 Maret 2016

7 Kunci sukses meraih nilai UN tinggi

adik2 yang duduk di bangku kelas 9 SMP dan Kelas 12 SMA,sebentar lagi UN akan dilaksanakan. pasti donk... kalian ingin lulus,, sukses dan kalo boleh mendapatkan nilai tinggi. ada 7 kunci sukses meraih nilai UN tinggi 1. mulailah dengan belajar lebih giat 2. belajarlah dan perbanyak mengerjakan soal2 UN tahun sebelumnya 3. jangan pernah melupakan TRY OUT UN ada bimbingan belajar seperti Ganesha Operation yang menawarkan Try Out gratis. 4. Kupas tuntas analisa hasil Try Out UN setelah Try Out dilaksanakan bahaslah hasilnya dan perdalam pada soal -soal yang bermasalah 5. Pelajarilah tips mengerjakan soal-soal susah tetapi sering keluar di UN 6.konsumsilah makanan bergizi dan istirahtlah secukupnya 7. untuk sukses perlu proses dan kerja keras

Senin, 07 Maret 2016

Menumbuhkan HOTS dalam pembelajaran IPA.

Menumbuhkan HOTS dalam pembelajaran IPA. Teman-teman barang kali sudah pernah dengar HOTS (Higher Order Thinking Skill). Untuk lebih jelasnya mari kita bahas tentang keterampilan berfikir. Keterampilan berpikir dikelompokkan menjadi keterampilan berpikir dasar dan keterampilan berpikir kompleks atau tingkat tinggi. Dalam hal ini keterampilan berpikir dasar meliputi menghubungkan sebab akibat, mentransformasi, menemukan hubungan dan memberikan kualifikasi. Proses berpikir tingkat tinggi meliputi pemecahan masalah, membuat keputusan, berpikir kritis dan berpikir kreatif (Presseisen dalam Costa, 1985). Diantara proses berpikir tingkat tinggi di atas salah satu yang digunakan dalam pembentukan sistem konseptual IPA adalah berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan pada zaman perkembangan IPTEK sekarang ini, sebab saat ini selain hasil-hasil IPTEK yang dapat dinikmati, ternyata timbul beberapa dampak yang membuat masalah bagi manusia dan lingkungannya. Para peneliti pendidikan menjelaskan bahwa belajar berpikir kritis tidak langsung seperti belajar tentang materi, tetapi belajar bagaimana cara mengkaitkan berpikir kritis secara efektif dalam dirinya ( Beyer dalam Costa ,1985). Maksudnya masing-masing keterampilan berpikir kritis dalam penggunaanya untuk memecahkan masalah saling berkaitan satu sama lain. Salah satu cara melatih peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi diantaranya yaitu melalui pemecahan soal-soal “Higher Order Thinking Skill”. Berdasarkan Taxonomi Bloom, HOTS termasuk pada tiga level tertinggi pada Taxonomi Bloom yaitu analisis, sintesis, dan evaluasi. Dalam pembelajaran IPA soal-soal harus dikembangkan untuk melatih peserta didik berpikir tingkat tinggi, oleh karena itu soal-soal IPA harus menjangkau level analisis, sintesis dan evaluasi. Soal-soal untuk pengujian ini dapat dibuat dalam bentuk soal pilihan ganda maupun uraian. Teknik penulisan soal HOTS secara umum hampir sama dengan teknik penulisan soal-soal biasa tetapi karena peserta didik diuji pada proses analisis, sintesis atau evaluasi, maka pada soal harus ada komponen yang dapat dianalisis, disintesis atau dievaluasi. Komponen ini di dalam soal dikenal dengan istilah stimulus. Dalam pembelajaran IPA banyak stimulus untuk membantu peserta didik melakukan proses berpikir misalnya dalam bentuk data percobaan, grafik, gambar suatu fenomena atau deskripsi singkat suatu fenomena. Selain itu soal-soal IPA juga harus menguji keterampilan proses IPA, karena pendekatan pembelajaran yang dianjurkan adalah pendekatan keterampilan proses. Oleh karena itu kata kerja yang dipilih pada ranah kognitif diutamakan yang sesuai dengan keterampilan proses. Untuk soal-soal IPA, guru dapat memilih kata kerja yang sesuai dengan konsep IPA yang dipelajari peserta didik dan sesuai dengan indikator hasil belajar yang diturunkan dari kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik pada setiap konsep IPA.

Kamis, 03 Maret 2016

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

PKB merupakan proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan Pengetahuan, keterampilan, dan sikap Profesional Kepala sekolah/madrasah yang dilaksanakan berjenjang, bertahap dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah. PKB meliputi pengembangan diri (PD), Publikasi Ilmiah (PI) dan karya inovatif (KI). PKB KS/M meruapakan salah satu program dari empat program yang didanai melalui hibah dari Pemerintah Australia melalui program kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia (Australia's Education Partnership with Indonesia/AEPI). kegiatan PKB dikembangkan atas dasar profil kinerja kepala sekolah.madrasah sebagai perwujudan hasil penilaian kinerja kepala sekoah yang didukung oleh hasil evaluasi diri. kepala sekolah yang mendapatkan PK masih dibawah standar kompetensi diwajibkan mengikuti program PKB yang diorientasikan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan. Sementara kepala sekolah yang memiliki PK telah mencapai standar kompetensi diarahkan kepada peningkatan keprofesian untuk memenuhi tuntutan ke depan dalam pelaksaanaan tugas dan kewajibannya lanjut lagi pada posting berikutnya yaa... mohon maaf

Rabu, 02 Maret 2016

SEL SURYA VS FUNGSI KERJA MATERIAL-pdf

SEL SURYA VS FUNGSI KERJA MATERIAL

SEL SURYA VS FUNGSI KERJA MATERIAL PENDAHULUAN Sel surya tercipta dengan menerapkan efek foto listrik. Bahan sel surya umumnya terbuat dari bahan semikonduktor silikon, GaINP/GaAs/GaInAs, CIGS (CuInGaSe2,) Pemahaman tentang prinsip terjadinya arus listrik yang dihasilkan oleh sel surya sangat diperlukan untuk mendapatkan sel surya baru dengan efisiensi tertentu. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hubungan efisiensi sel surya dengan fungsi kerja bahan material. Teori dasar 2.1 Struktur Sel Surya Sel surya atau fotovoltaik adalah perangkat yang mengkonversi radiasi sinar matahari menjadi energi listrik.[1] Struktur inti dari sel surya pada umumnya terdiri dari satu atau lebih jenis material semikonduktor dengan dua daerah berbeda, yaitu daerah positif dan negatif. Dua sisi yang berlainan ini berfungsi sebagai elektroda. Untuk menghasilkan dua daerah muatan yang berbeda digunakan dopant dengan golongan periodik berbeda. Hal ini dimaksudkan agar dopant pada daerah negatif berfungsi sebagai pendonor elektron, sedangkan dopant pada daerah positif berfungsi sebagai acceptor elektron. Selain itu pada sel surya terdapat lapisan anti refleksi, dan substrat logam sebagai tempat mengalirnya arus dari lapisan tipe-n (elektron) dan tipe-p (hole)[3]. 2.2. Prinsip Kerja Sel Surya Prinsip kerja sel surya silikon adalah berdasarkan konsep semikonduktor p-n junction. Semikonduktor tipe-n diperoleh dengan mendoping silikon menggunakan unsur golongan VA sehingga terdapat kelebihan elektron valensi dibanding atom sekitar. Pada sisi lain semikonduktor tipe-p diperoleh dengan doping oleh golongan IIIA sehingga elektron valensinya defisit satu dibanding atom sekitar. Ketika dua tipe material tersebut mengalami kontak maka kelebihan elektron dari tipe-n berdifusi ke tipe-p. Sehingga area doping-n bermuatan positif sedangkan area doping-p bermuatan negatif. Medan elektrik yang terjadi antara keduanya mendorong elektron kembali ke daerah-n dan hole ke daerah-p. Pada proses ini terbentuk p-n junction. Penambahan kontak logam pada area p dan n akan membentuk dioda [1] . Ketika junction disinari, photon yang mempunyai energi sama atau lebih besar dari lebar pita energi material tersebut akan menyebabkan eksitasi elektron dari pita valensi ke pita konduksi dan elektron meninggalkan hole pita valensi. Elektron dan hole bergerak dalam material, sehingga menghasilkan pasangan elektron-hole. Apabila ditempatkan hambatan pada terminal sel surya, maka elektron dari area-n akan kembali ke area-p sehingga menyebabkan perbedaan potensial dan arus akan mengalir [1]. Skema cara kerja sel surya silikon ditunjukkan pada gambar 1.1. Gambar 1.1. Prinsip Kerja Sel Surya[1] 2.3. Fungsi Kerja Fungsi Kerja suatu bahan adalah banyaknya energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron dari permukaan logam [2]. Untuk mengeluarkan elektron dari permukaan logam dibutuhkan energi sekurang-kurangnya sebesar fungsi kerja (W) [8]. Jika energi foton yang mengenai permukaan logam lebih besar dari fungsi kerjanya, maka elektron akan terpental keluar dan kelebihan energi yang dipasok berubah menjadi energi kinetiknya. Untuk elektron yang berada jauh dibawah permukaan logam, dibutuhkan energi yang lebih besar daripada W dan beberapa diantaranya keluar dengan energi kinetik yang lebih rendah [8]. 2.4. Band Gap Band Gap (Pita terlarang) adalah pita energi diantara pita valensi dan pita konduksi yang tidak boleh ditempati oleh elektron-elektron [1,3]. Band gap dari suatu semikonduktor sangat menentukan banyaknya spektrum cahaya yang dapat diserap oleh sel surya. Ketika semikonduktor diradiasi dengan cahaya yang energinya lebih besar dari energi gap semikonduktor (hν ≥ Eg), elektron dari pita valensi dapat tereksitasi ke pita konduksi. Elektron yang berpindah dari pita valensi ke pita konduksi disebut pembawa muatan negatif, sedangkan lubang (hole) pada pita valensi merupakan pembawa muatan positif. Pergerakan elektron bebas dari pita konduksi dan pergerakan hole dari pita valensi melewati band gap inilah yang menimbulkan energi listrik [3]. Gambar .2. Struktur Energi Material Semikonduktor [1] Energi yang lebih rendah akan terpantul atau menembus sel PV, sedangkan energi yang lebih tinggi akan terserap dan sebagian menjadi energi panas. Material dengan band gap yang lebih rendah mampu mengeksploitasi spektrum cahaya yang lebih banyak, sehingga menghasilkan arus yang lebih tinggi tetapi dengan tegangan yang rendah [3]. 2.5. Efisiensi Sel Surya Daya listrik yang dihasilkan sel surya ketika mendapat cahaya diperoleh dari kemampuan perangkat sel surya tersebut untuk memproduksi tegangan ketika diberi beban dan arus melalui beban pada waktu yang sama. Sehingga efisiensi sel surya didefinisikan sebagai daya yang dihasilkan dari sel (P max) dibagi dengan daya dari cahaya yang datang (P Cahaya)[1]. Secara matematis dinyatakan dengan persamaan berikut: η=P_max/P_cahaya Analisis data Efisiensi berbagai sel surya Efisiensi berbagai bahan sel surya ditunjukkan pada tabel 1.1 Tabel 1.1 Efisiensi Berbagai Sel Surya No Bahan Efisiensi (%) Work function (eV) 1 Silikon 22,3 [4] 4,52[5] 2 GaINP/GaAs/GaInAs 35,8 [4] 4,69 [6] 3 CIGS (CuInGaSe2,) 20,3 [4] 5,3 – 5,4 [7] Berdasarkan data efisiensi dan fungsi kerja yang disajikan pada tabel 1.1 dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi antara fungsi kerja material sel surya dengan efisiensi yang dihasilkan, hal ini diakibatkan banyaknya elektron yang dihasilkan oleh sel surya sangat dipengaruhi oleh band gap bahan material semikonduktor yang digunakan. Kesimpulan Berdasarkan uraian yang disajikan dalam makalah ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara fungsi kerja material sel surya dengan efisiensi yang dihasilkan Daftar Pustaka Wilman Septina dkk, Pembuatan Prototipe Solar Cell Murah dengan Bahan Organik-Inorganik (Dye-sensitized Solar Cell), Institut Teknologi Bandung, Bandung 2007 Serway Jewett, Fisika untuk Sains dan Teknik (Physics for Scientists and Engineers with Modern Physics), Penerjemah Chriswan Sungkowo, Salemba Jakarta Wulandari Handini, Performansi sel Surya,Skripsi FT UI, Jakarta, 2008 Martin A. Green et al, Solar cell efficiency tables (version 37), www.eecs.berkeley.edu. http://www.kayelaby.npl.co.uk/atomic_and_nuclear_physics/4_3/4_3.html 12/14/2012 jam 4: 25 pm http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/002236975990215X diakses 12/14/2012 jam 4:30 pm http://www.superstrate.net/publications/haug-2003wpvc.pdf diakses 12/14/2012 jam 4:30 pm Kenneth Krane, Fisika Modern, Penerjemah Hans J Wospakrik, Penerbit Universitas Indonesia, 2011

tangianghon hami Inang

Inang... ditotos ate-ateku tiki hubege alu-alum tu au tangis jala manetek ilum paboahon aha akka namasa .... sabar ma ho inang... unang dele roham.. boan ma ditangiangmu hami anakmon asa tong-tong diramoti Tuhan sude akka pinomparmu sai saur matua ma ho inang lao paihut-ihut hami..