Label

Tampilkan postingan dengan label UN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2018

Dua Faktor Penyebab Nilai UN SMA Menurun


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Serah Terima Hasil Ujian Nasional ( UN) jenjang SMA/MA/SMK kepada semua Dinas Pendidikan Provinsi pada hari Senin tanggal 30 April 2018 di Ruang Sidang Graha I, Jakarta. 


Dalam acara 'Penjelasan Hasil UN Jenjang SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2017/2018' yang diadakan Kemendikbud hari ini (8/5/2018) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud, Totok Suprayitno, mengatakan bahwa secara umum terjadi penurunan rerata nilai UN, terutama untuk mapel matematika, fisika, dan kimia. Berdasarkan analisis Badan Peneliti dan Pengembangan, ada indikasi kuat bahwa penurunan rerata nilai UN disebabkan oleh dua faktor. 

Faktor norma 


Untuk UN 2018, memang dimasukkan beberapa soal dengan standar yang lebih tinggi dibanding UN Tahun 2017. Kesulitan ini tampak dialami oleh siswa2 di 50% sekolah, ditunjukkan dengan rerata nilai UN yang menurun.  Tapi nilai UN di 50% sekolah lainnya justru mengalami kenaikan. Secara agregat faktor kesulitan soal ini tampaknya berpengaruh kecil. 

Faktor perubahan moda ujian 


Pengaruh kedua ini dianggap lebih besar yakni perubahan dari Ujian Nasional Berbasis Kertas ( UNKP) Pensil ke Ujian Nasional Berbasis Komputer. Sekolah-sekolah yang semula UNKP dan berubah ke UNBK mengalami penurunan nilai (terkoreksi) sangat signifikan. Sekolah-sekolah dengan indeks integritas rendah (IIUN 2017) secara rerata terkoreksi nilainya (menurun) sebesar 39 poin. Bahkan ada beberapa sekolah yang rerata nilai UN-nya turun hampir 50 poin.

 “Hasil UN ini selanjutnya akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN. Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran,” tambah Totok Suprayitno 

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi, menambahkan bahwa penyelenggaraan UN 2018 sudah berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (POS) UN yang telah ditetapkan. 

“Sebagian besar siswa SMA (93%) dan siswa SMK (98%) telah melaksanakan UNBK, dengan relatif tertib dan lancar. Sebanyak 14,1% SMA, 20,3% MA, dan 12,2% SMK dari sekolah pelaksana UN menyelenggarakan UNBK dengan skema resource sharing,” jelas Bambang. 

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Moch. Abduh, menerangkan bahwa pada tahun 2018, Indonesia menorehkan sejarah berhasil menyelanggarakan UN Berbasis Komputer kepada hampir 6 juta siswa yang tersebar di 59.467 sekolah. UN tahun 2018 juga menjadi awal mula penggunaan format soal isian singkat. 

Sementara itu, Dadang Sudiyarto, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan menjelaskan, “Pelaksanaan UNKP Tahun 2018 jenjang SMA/MA dan SMK diikuti oleh 197.606 peserta, yaitu 9 % siswa SMA/MA dan 2 % siswa SMK. Hasil UNKP Tahun 2018 terjadi perbaikan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) dari sekolah yang IIUN rendah naik menjadi IIUN tinggi, yaitu sekitar 40% dari sekolah dengan IIUN lebih dari 80%. Keadaan ini menunjukkan adanya perbaikan pelaksanaan UNKP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini 2 Faktor Penyebab Nilai UN SMA Menurun", https://edukasi.kompas.com/read/2018/05/08/20070771/ini-2-faktor-penyebab-nilai-un-sma-menurun
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Kamis, 29 September 2016

Fisika Dasar I karangan Professor ITB Mikrajuddin Abdullah

Buku Fisika Dasar I karangan Professor Mikrajuddin Abdullah Dosen Fisika ITB ini saya dapat linknya dari facebook Beliau. Silahkan didownload pada link dibawah ini FISIKA DASAR I

Senin, 09 Mei 2016

20 Siswa Peraih Nilai UN SMA Tertinggi di Indonesia

Baca dari Pojoksatu.id tentang hasil nilai UN SMA 2016 BERIKUT BERITA LENGKAPNYA: POJOKSATU.id, JAKARTA – Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA, SMK, dan MA telah diumumkan. Siapa peraih nilai UN SMA tertinggi di Indonesia? Di Bali, nilai UN SMA tertinggi untuk program IPA diraih oleh Maria Septiana Parmonang Aroean, siswi SMAN 4 Denpasar dengan nilai 564,5. Peraih nilai UN SMA tertinggi kedua adalah Ni Putu Ika Regina Maharani yang juga dari SMAN 4 Denpasar (560,5). Kemudian di posisi ketiga ditempati I Made Dwi Mertadiyasa dari SMAN 1 Gianyar (559,5). Sementara siswa peraih jumlah nilai tertinggi UN SMA untuk program IPS yakni Kadek Sanjaya dari SMAN Bali Mandara (524,0), Ni Nyoman Ari Tati Ratnasari dari SMAN 4 Denpasar (517,0) dan Nanda Amedina Putri (SMAN 4 Denpasar (513,5). Di Surabaya, peraih nilai UNBK SMA tertinggi untuk program IPA yakni Sekar Wangi dari SMAN 5 Surabaya dengan nilai rata-rata 91,33. Peraih nilai UNBK SMA tertinggi untuk program IPS adalah Selly Kurniawati dari SMAN 2 Surabaya, dengan nilai rata-ratanya 87,75. Sedangkan untuk jurusan Bahasa diraih oleh siswa SMA Katolik Santa Agnes, Albertus Raymond Gunardi dengan nilai 82,42. “Berdasarkan rata-rata, sekolah yang meraih nilai tertinggi jurusan IPA adalah SMAN 5 dengan nilai rata-rata 79,68, dan SMAN 15 meraih peringkat tertinggi jurusan IPS dengan nilai 77,87,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan. Di Lampung, peraih nilai UN SMA tertinggi untuk program IPA yakni Wiranty Prayoga Ningmandiri, siswi SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Sedangkan nilai UNBK SMA tertinggi untuk jurusan IPS diraih oleh siswa SMA Alkautsar, Silviana Nastiti Putri. Sementara nilai tertinggi UNBK SMK diraih Suldi, siswa SMK Negeri 1 Pagar Dewa, Lampung Barat. Di Kota Bekasi, hasil kelulusan UN SMA diumumkan Sabtu (7/5/2016) hari ini. Kepala Dinas Pendikan Kota Bekasi Rudi Sabarudin menjelaskan, pihaknya telah menerima hasil UN pada Kamis (5/5/2016). Hasilnya, kini diserahkan kepada masing-masing sekolah untuk kemudian diakumulasikan dengan nilai Ujian Sekolah (US) untuk mendapatkan hasil akhir kelulusan siswa, Jumat (6/5/2016). Adapun hasil UN Tertinggi IPA diraih oleh siswa SMK Kristen Penabur Summarecon, Sebastian Dumohar Jeremiah Sihombing dengan nilai Bahasa Indonesia 92.0, Bahasa Inggris 86.0, Matematika 92.5, Fisika 95.0, Kimia 95.0, Biologi 92.5 total nilai 553.0. Selanjutnya untuk UN Tertinggi IPS diraih oleh siswa SMAN 1 Kota Bekasi, Muhammad Naufal Bagoes Ramadhani dengan nilai Bahasa Indonesia 86.0, Bahasa Inggris 94.0, Matematika 97.5, Ekonomi 92.5, Sosiologi 78.0, Geografi 88.0 total nilai 536.0. Sedangkan tingkat SMK peraihan UN tertinggi oleh siswa SMK Strada Budi Luhur, Yonathan dengan hasil nilai Bahasa Indonesia 94.0, Bahasa Inggris 90.0, Matematika 92.5, Kompetensi 91.0. “Untuk hasil kelulusan akan diumumkan 7 Mei, yakni dari hasil nilai ujian sekolah digabungkan dengan nilai UN. Jadi hasil UN ini saya ingatkan lagi, bukan hasil kelulusan,” tandas Rudi.

Minggu, 03 April 2016

Pesan menteri untuk peserta UN dan Orangtua

Minggu tanggal 03 April 2016 pukuk 15.00 saya mendapat Pesan dari salah seorang teman yang kesehariannya bekerja di kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Bagi yang ingin tau pesan tersebut, inilah isi lengkapnya:
"Pesan Mendikbud untuk siswa peserta Ujian Nasional dan Orangtua

Ibu-Bapak yang saya hormati,
serta anak-anakku para peserta Ujian Nasional 2016

Hari Senin 4 April, UN SMA dan sederajat dilaksanakan. Anak sulung saya, juga akan menjalani Ujian Nasional. Sebagai orangtua, seperti halnya Ibu dan Bapak, kami juga turut merasakan apa yang dirasakan anak-anak kita. Ada pengharapan mendapat hasil terbaik, tetapi juga mungkin terbersit kekhawatiran.

Ibu dan Bapak, para orangtua, mari kita bangun suasana yang tenang, suasana belajar di rumah. Suasana yang nyaman untuk anak-anak kita. Saya berharap, kita sebagai orangtua menghindari hal-hal yang bisa menggangu ketenangan persiapan anak dalam menghadapi UN.

Bagi anak-anakku peserta UN, jangan tegang menghadapi UN yang kini tidak lagi menentukan kelulusan. Tidak perlu khawatir berlebihan dalam menjalani UN, namun manfaatkan tantangan ini secara sungguh-sungguh sebagai kesempatan bercermin tentang apa yang sudah kita raih dan apa yang perlu kita lakukan ke depan.

Mulai sekarang, sampai saat UN, jangan terlalu forsir diri untuk belajar. Harus  istirahat yang cukup. Malam menjelang UN jangan belajar semalaman. Justru harus tidur cukup. Usahakan tidur malam selama 8 jam. Pastikan asupan makanan sehat dan bergizi. Jangan lakukan hal yang sebelumnya tidak biasanya kita lakukan. Ini untuk menghindari terjadinya hal-hal baru yang berisiko mengganggu persiapan.

Persiapkan semua kebutuhan yang harus dibawa ke sekolah saat UN. Perhatikan dan persiapkan dengan detail sehari sebelum UN, mulai dari baju seragam hingga pensil, penghapus dan rautan. Pastikan berangkat awal dari rumah, agar tidak terburu-buru di jalan dan bisa sampai di lokasi UN dengan tenang dan tepat waktu.

Saat menjalani UN, diawali berdoa, saya berharap anak-anakku semua tetap percaya pada diri sendiri. Saya mengingatkan kepada semua untuk tidak melakukan cara-cara yang tidak terpuji sewaktu UN, seperti menyontek atau percaya pada mereka yang menawarkan jawaban.

Seperti digariskan Presiden Jokowi, mari kita melakukan Revolusi Mental: tegakkan integritas. Mari berhenti membiarkan kecurangan dan berhenti berbuat curang. Mari kita tetapkan hati kita bahwa mereka yang berusaha mengotori proses pendidikan ini adalah pengkhianat bangsa. Kecurangan itu adalah menghianati jutaan siswa lain yang belajar dengan serius, ratusan ribu guru membimbing siswa belajar dan bekerja dalam sunyi menyiapkan penyelenggaraan UN. 

Dari dunia pendidikan yang bersihlah kita membangun bangsa jauh ke depan. Dan melalui momen seperti UN ini kita tunjukkan komitmen kita yang percaya diri, yang tak ragu untuk bercermin dan yang terus bergerak maju ke depan."

Selamat melaksanakan Ujian Nasional.

Salam,
Anies Baswedan

Semoga kedepan pelaksanaan UN penuh dengan kejujuran dan keadilan supaya mutu pendidikan di Negeri kita ini semakin berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan oleh pribadi lepas pribadi.